SPBU Pertamina, di mana harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax naik menjadi Rp 12.300 per liter dari sebelumnya di Februari yang hanya Rp 11.800 per liter
Langkah menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite bukan solusi yang tepat karena berpotensi menekan daya beli masyarakat serta memicu inflasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri tanpa khawatir akan kenaikan harga BBM subsidi.
Pada pekan terakhir Desember, harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina, Shell, bp, dan Vivo terpantau stabil menjelang perayaan Tahun Baru 2026.
Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina, Shell, BP dan Vivo terpantau stabil menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
PT Pertamina (Persero) resmi menetapkan harga terbaru Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan berlaku efektif mulai besok, Senin 1 Desember 2025. Berdasarkan pengumuman resmi pada situs MyPertamina pada Minggu (30/11/2025) malam, Pertamina per 1 Desember 2025 menaikkan seluruh harga BBM non subsidi.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Umum (SPBU) di Indonesia kompak melakukan perubahan harga produk BBM-nya di SPBU pada 1 November 2025 kemarin. Diantara yang mengalami perubahan adalah SPBU Pertamina, BP dan Shell hingga Vivo.
Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Shell, bp, dan Vivo terpantau stabil pada pekan ketiga Oktober, meskipun kelangkaan masih terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
PT Pertamina (Persero) menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru untuk periode Agustus 2025. Penyesuaian mulai berlaku berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No 245.K/MG.01/MEM.M/2022 pada Jumat (1/8/2025).
Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Shell terpantau stabil atau tidak mengalami perubahan, meski PT Shell Indonesia menyetujui pengalihan kepemilikan bisnis SPBU di Indonesia ke Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.