CARAPANDANG - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 nasional. Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang rentan terdampak gejolak harga energi global belakangan ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan itu mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut disampaikan setelah Presiden menyelesaikan lawatan kerja kenegaraan ke Rusia dan Prancis pada pekan ini.
Usai menghadap Presiden di Istana Negara Bahlil memastikan, kondisi pasokan energi nasional masih tetap terjaga baik. Pemerintah menilai ketersediaan solar, bensin, dan LPG masih berada di atas batas minimum nasional.
"Saya sampaikan kepada publik, bahwa insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG, Insyaallah aman. Sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun." Ujarnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 16 April 2026.
Dari sisi fiskal pemerintah menilai kebijakan penahanan harga tersebut masih aman dijalankan sampai akhir tahun ini. Penilaian itu didukung harga minyak mentah Indonesia yang masih berada di bawah asumsi anggaran negara.