Dia mengatakan bahwa memperkuat bangunan, memperluas penerapan teknologi isolasi seismik dan teknologi disipasi energi, menyempurnakan standar konstruksi, dan memastikan penegakan standar tersebut secara ketat dapat secara signifikan mengurangi jumlah korban dan kerugian ekonomi.
Sistem peringatan dini gempa bumi dan kesiapsiagaan masyarakat yang lebih baik juga sangat penting, imbuhnya.
De Santis mencontohkan Chile, salah satu negara yang paling rawan gempa di dunia, sebagai contoh bagaimana standar konstruksi yang ketat dapat mengurangi kerugian akibat gempa bumi dahsyat.
Dia mengatakan bahwa pemerintah di zona-zona rawan gempa harus terus memperbarui standar bangunan, memperkuat pengawasan di seluruh proses perancangan, konstruksi, inspeksi, dan pemeliharaan, serta mengevaluasi dan memperkuat bangunan rentan yang sudah ada.
Edukasi publik juga sama pentingnya, lanjut De Santis. Masyarakat harus mengetahui rute evakuasi di rumah, sekolah, dan tempat kerja mereka, serta memahami cara merespons dengan tenang dan tepat saat guncangan yang kuat mulai terjadi, imbuhnya.
sumber: Xinhua News