Maka itu, dia mendorong media dan jurnalis membangun jaringan alternatif untuk menjaga keberlangsungan publikasi ketika menghadapi tekanan. Publikasi lintas jaringan, kata dia, dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan informasi dan mencegah karya jurnalistik berhenti akibat intervensi.
“Ini kerja kolektif,” ujarnya.
Selanjutnya dia menilai intervensi terhadap pers bukan hanya berdampak pada demokrasi dan kebebasan informasi, tetapi juga dapat memberikan konsekuensi terhadap kondisi ekonomi nasional.
Menurutnya, investor membutuhkan kepastian dan lingkungan yang sehat dalam menjalankan kegiatan usaha. Tekanan terhadap kebebasan pers justru dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap suatu negara.
“Investor takut investasi ke negara yang persnya ditekan. Pers ditekan, ekonomi makin buruk,” ujarnya.
Jurnalisme Kritis Harus Berpihak pada Kepentingan Publik, Bukan Jadi Corong Kekuasaan
Ubedilah mengatakan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar memastikan informasi yang diterima masyarakat telah melalui proses verifikasi dan penyaringan yang ketat.