CARAPANDANG – Kreativitas dalam bentuk festival musik sangat terbuka bagi masyarakat. Namun, kreativitas jangan sampai menabrak batas, apalagi mempermainkan agama untuk mempromosikan produk.
Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurutnya peristiwa soal hafalan ayat suci Al-Quran yang menjadi syarat untuk mendapatkan minuman beralkohol bermerek 'Newport' di sebuah festival musik di Jakarta, bukanlah sebuah hal yang lucu dan kreatif.
Bahkan, dia tegas mengatakan, tindakan tersebut telah melukai perasaan umat Islam.
"Yang dipertontonkan adalah hafalan Al-Quran dengan imbalan minuman beralkohol. Ini sangat tidak pantas dan melukai perasaan umat Islam,"tegasnya.
Selanjutnya dia mengatakan, ada batasan yang harus dihormati karena kesucian agama jangan justru dijadikan gimik pemasaran. Dan dia pun mengecam keras peristiwa tersebut yang rekaman videonya sudah beredar di media sosial.
Menurutnya permintaan maaf tentu patut dihargai, tetapi evaluasi juga harus dilakukan secara serius. Dia pun mengingatkan kepada penyelenggara festival dan seluruh brand yang terlibat harus punya mekanisme pengawasan terhadap aktivitas promosi di dalam acara.
"Jangan sampai setelah viral dan masyarakat marah, baru kemudian menyadari ada yang salah," ujarnya.