Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyatakan saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi perlintasan sebidang yang rawan, menyusul sejumlah kecelakaan kereta api yang terjadi dalam beberapa hari terakhir
Lemahnya mitigasi tersebut dapat dilihat dari belum adanya standar darurat yang kuat saat kendaraan mengalami mogok atau gangguan di atas rel, baik dari sisi operator angkutan maupun pengelola transportasi kereta.
Peristiwa ini menandai adanya dua kecelakaan beruntun dalam satu rangkaian waktu. Tabrakan antarkereta menjadi insiden paling serius dalam kejadian tersebut
Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran di Selat Hormuz, Iran. (Carapandang/Xinhua/ISNA/Morteza Akhoundi)
Otoritas Suriah menyatakan pada Sabtu (4/4) bahwa sebuah perlintasan utama dengan Lebanon akan ditutup sementara karena masalah keamanan menyusul peringatan Israel tentang kemungkinan serangan di daerah tersebut.
Sejumlah kapal mulai kembali melintasi Selat Hormuz, menandai upaya mendesak perusahaan pelayaran dan para pemimpin dunia untuk memastikan pengiriman kargo vital tetap berjalan
Berdasarkan data pelacak kapal MarineTraffic per 20-22 Maret, kapal-kapal yang tidak dapat beroperasi tersebut terdiri atas 324 kapasitas curah (bulk carriers), 315 kapal pengangkut produk minyak/kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak bumi, dan 211 kapal tanker minyak mentah.