Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencananya ingin berinvestasi dalam jumlah besar pada sektor pendidikan karena Presiden meyakini seluruh kemampuan untuk berinovasi dan menciptakan terobosan-terobosan ke depannya berakar pada kualitas pendidikan di dalam negeri
"Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya,"tegas Prabowo.
Arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo merupakan sinyal bahwa pemerintah telah melihat besarnya kebutuhan kapal di Indonesia sebagai peluang strategis untuk membangkitkan industri nasional.
"Kami semua PKB terinspirasi dengan semangat dan kesungguhan Bapak Presiden untuk terus mengawal arah baru ekonomi di tengah berbagai tantangan yang tidak mudah, baik geoekonomi maupun geopolitik,"katanya.
Presiden Prabowo Subianto meminta para perwira remaja TNI dan Polri mewaspadai perubahan bentuk ancaman terhadap Indonesia, termasuk perang siber, dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan segera menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)
Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) berhasil menjadi juara pertama kategori e-government lewat program Rumah Pendidikan.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia mulai menghentikan impor solar sejak Juli 2026 seiring keberhasilan pemerintah mengembangkan bahan bakar diesel berbasis minyak sawit B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela yang memasuki tahap pembangunan yang dimulai dengan groundbreaking
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menyampaikan undangan pemerintah Republik Islam Iran yang kepada Presiden Prabowo Subianto untuk berkunjung ke ibu kota negara tersebut
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberian harga khusus bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp15.000 per liter bagi pengusaha nelayan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT)