Kesepakatan gencatan senjata tidak lagi memiliki arti setelah pecahnya kembali aksi saling serang yang dipicu serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 16 September 2025 ini menunjukkan Eyal Zamir (kedua dari kanan), panglima militer Israel, di Jalur Gaza. (Carapandang/IDF/Handout via Xinhua)
Serangan udara Israel terus mengguncang Lebanon selatan hingga Sabtu (20/6), meskipun Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah telah tercapai sehari sebelumnya.
Sejumlah orang terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan-bangunan yang hancur di Gaza City pada 19 Oktober 2025. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemungkinan hanya akan mempertimbangkan untuk mengakhiri perjanjian gencatan senjata saat ini dengan Iran apabila ada pasukan AS yang tewas
Foto yang diabadikan pada 16 Mei 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Tyre, Lebanon. (Carapandang/Xinhua/Ali Hashisho)
Presiden AS Donald Trump pada Jumat mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina sepakat melakukan gencatan senjata selama tiga hari dan pertukaran 1.000 tahanan.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada Rabu (22/4) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menewaskan dua militan Hizbullah di Lebanon selatan.
Tim penyelamat mencari korban serangan udara Israel sebelum gencatan senjata di Tyre, Lebanon selatan, pada 19 April 2026. (Carapandang/Xinhua/Ali Hashisho)
Langkah ini diambil sebagai respons atas kelanjutan blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat, yang dinilai Teheran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.