Namun, risiko penurunan bagi ekonomi global masih ada, termasuk yang datang dari konflik di Timur Tengah, kebijakan tarif tambahan Amerika Serikat, serta pergeseran mendadak menuju penghindaran risiko di pasar keuangan terkait belanja modal global yang berhubungan dengan AI, kata kementerian tersebut.
"Di tengah kondisi ini, prospek 2026 bagi sektor-sektor ekonomi Singapura yang berkaitan dengan siklus teknologi berbasis AI telah meningkat, meskipun prospek untuk sektor-sektor yang terdampak langsung oleh gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah masih lemah," papar kementerian tersebut.