Senada dengan Gary Becker (1993) menegaskan bahwa investasi pada pendidikan dapat meningkatkan produktivitas individu. Ketika kualitas manusia semakin baik, produktivitas masyarakat juga dapat berkembang dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pandangan tersebut semakin relevan di tengah perubahan ekonomi global. Lebih lanjut Emil Salim (2018) menekankan pentingnya kualitas manusia dalam membangun keberlanjutan ekonomi nasional. Kekayaan sumber daya alam saja tidak cukup untuk menjadikan sebuah bangsa memiliki daya saing tinggi. Indonesia membutuhkan manusia yang mampu menciptakan inovasi, mengolah pengetahuan, menggunakan teknologi, serta menghasilkan nilai tambah.
Hal serupa seperti yang dikemukakan Eric Hanushek dan Ludger Woessmann (2020) yang menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran memiliki hubungan yang kuat dengan pertumbuhan ekonomi. Artinya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari berapa lama seseorang duduk di bangku sekolah, tetapi juga dari apa yang benar-benar dipelajari dan dikuasai
Boediono (2016) juga menekankan pentingnya pembenahan kualitas sumber daya manusia secara konsisten sebagai bagian dari transformasi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi.