Studi Research on Improving Systems of Education (RISE Programme) melalui penelitian Lant Pritchett (2016), misalnya, memberikan gambaran mengenai panjangnya perjalanan Indonesia dalam mengejar ketertinggalan kualitas keterampilan dibandingkan negara-negara maju. Sementara itu, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang diselenggarakan OECD juga menunjukkan bahwa kemampuan literasi, numerasi, dan sains murid Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan harus bergerak dari sekadar schooling menuju learning murid bukan hanya perlu hadir di sekolah, tetapi juga harus memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
Hal ini berkaitan dengan konsep learning poverty, yaitu kondisi ketika anak telah bersekolah tetapi belum memiliki kemampuan membaca dan memahami informasi dasar sesuai dengan tahap perkembangannya. Tantangan tersebut tentu tidak dapat diselesaikan oleh satu sekolah atau satu kementerian saja. Diperlukan kerja bersama dan kebijakan yang berkelanjutan.
Mutu Pendidikan adalah Investasi untuk Masa Depan
Pendidikan berkualitas pada akhirnya bukan hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga memberikan dampak besar bagi pembangunan bangsa. Pendidikan merupakan investasi dalam pembentukan human capital atau modal manusia.