"Daripada menghafalkan 30 kata hari ini lalu minggu depan lupa semuanya, saya lebih memilih lima kata, tetapi orang tersebut tahu cara mengucapkannya, mengenali Hanzi-nya, mengerti artinya, dan bisa menggunakannya dalam kalimat," jelas Lukas.
Dari pengalaman Lukas mengajar, menurutnya ada dua bagian yang biasanya paling menantang bagi pemula, yaitu nada dan Hanzi. Untuk menguasainya, pemula perlu membiasakan diri mendengarkan dan menirukan pengucapan. Sementara itu, Hanzi akan terasa lebih mudah jika pelajar mulai memahami radikal, struktur karakter, serta pola yang sering muncul.
Meski demikian, Hanzi tidak harus selalu dipandang sebagai kumpulan "garis" yang harus dihafalkan satu per satu. Latihan dengan teknik repetisi tetap diperlukan agar semakin familier, tetapi proses tersebut dapat dilakukan secara bertahap dan konsisten.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah ingin menguasai bahasa Mandarin terlalu cepat. Baru belajar beberapa waktu, mereka sudah ingin lancar berbicara, menguasai banyak Hanzi, atau mencapai tingkat tertentu dalam ujian kemampuan bahasa Mandarin. Ketika hasil yang diharapkan tidak segera terlihat, motivasi pun menurun.
"Target yang lebih sederhana justru dapat membantu mempertahankan semangat belajar. Misalnya, bulan pertama menargetkan kemampuan memperkenalkan diri, bulan berikutnya menceritakan keluarga, kemudian belajar memesan makanan. Memiliki target yang realistis akan membuat perkembangan terasa lebih terukur," ujar Lukas.