Serangan gelombang ke-61 ini dipicu oleh tewasnya Ali Larijani, tokoh keamanan senior Iran yang gugur bersama putra dan sejumlah stafnya dalam agresi militer AS-Israel di Teheran timur.
Di tengah konflik berkecamuk dan ancaman keamanan yang tinggi, selat tersebut tidak sepenuhnya tertutup, melainkan beroperasi secara selektif dengan Iran sebagai aktor kunci yang mengendalikan aksesnya.
Powell menyatakan bahwa meskipun ada tekanan dari kenaikan harga energi, struktur ekonomi AS saat ini sangat berbeda dengan era 1970-an yang identik dengan stagflasi.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan situasi perang membuat masyarakat Iran tidak bisa merayakan Idulfitri meski momen tersebut tinggal menghitung hari.
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 16 September 2025 ini menunjukkan Eyal Zamir (kedua dari kanan), kepala militer Israel, di Jalur Gaza. (Carapandang/Xinhua/IDF)
Anak-anak bermain di tepi pantai di Desa Kumzar, Oman, pada 19 Februari 2025. Kumzar, sebuah desa nelayan terpencil di Semenanjung Musandam, Oman utara, terletak di sebuah pelabuhan terlindung dekat jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. (Carapandang/Xinhua/Wang Qiang)
Foto yang diabadikan pada 15 Maret 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di sebuah area permukiman di Teheran, Iran. (Carapandang/Xinhua/Shadati)
Warga membersihkan puing-puing di antara bangunan yang hancur di area tempat tinggal di Teheran, Iran, pada 15 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Shadati)
Foto yang diabadikan pada 18 Maret 2026 ini memperlihatkan sebuah lokasi yang terdampak serangan rudal Iran di Ramat Gan, Israel tengah. (Carapandang/Xinhua/Jamal Awad)
IRGC menyatakan rudal tersebut diluncurkan dalam rangkaian operasi militer terbaru, termasuk fase ke-59 operasi "True Promise 4", yang menargetkan pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta wilayah Kurdistan Irak.