Mendikdasmen menjelaskan bahwa menu bantuan revitalisasi yang diberikan kepada setiap sekolah tidak sama, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Desakan ini mengemuka menyusul masih tingginya angka kerusakan infrastruktur pendidikan serta rentannya insiden tragis akibat keterbatasan fasilitas belajar di daerah pelosok.
Mendikdasmen menyebutkan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan akan terus di laksanakan. Untuk tahun 2026 ini, alokasi untuk program revitalisasi yang telah masuk ke APBN adalah untuk 11.474 satuan pendidikan.
Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi satuan pendidikan terdampak bencana, yang ditargetkan selesai secara bertahap pada tahun 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan sebanyak 14 sekolah di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan sebagai hasil dari program revitalisasi satuan pendidikan periode 2025.
Wamen Fajar menekankan bahwa revitalisasi tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga bertujuan membangun ekosistem pembelajaran yang lebih baik.
Revitalisasi satuan pendidikan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional sejak usia dini,
Melihat dampak bencana yang signifikan terhadap gedung sekolah, Menteri Mu'ti mengungkapkan bahwa sekolah tersebut akan mendapatkan prioritas khusus dalam Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026.