Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan mendukung pertumbuhan ekonomi di desa
Prabowo mengatakan dampak kekurangan gizi tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan, tetapi juga dapat membatasi kesempatan anak-anak untuk berkembang di bidang pendidikan.
Pergantian Dadang Hindayana dengan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN adalah hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi para pembantunya.
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya di Jakarta, Senin (1/6/2026), menjelaskan bahwa validasi menjadi prioritas agar pelaksanaan Program MBG semakin tepat sasaran.
Di Kabupaten Gorontalo sendiri, dapur MBG mulai aktif menyerap jagung lokal dan menggandeng Dinas Perikanan untuk menyuplai ikan tuna fillet tangkapan nelayan.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa aplikasi ini dikembangkan sebagai bentuk kontrol eksternal agar kualitas makanan yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada penerima manfaat tetap terjaga.
Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus dalam konferensi pers di Lobby Polresta Barelang, Sabtu (23/5/2026), menjelaskan bahwa kasus ini bermula pada 1 Maret 2026 ketika korban dihubungi seseorang berinisial I yang menawarkan dua titik lokasi SPPG MBG di wilayah Bengkong dan Lubuk Baja, Batam.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan perbaikan terus dilakukan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Kantor Staf Presiden (KSP) ikut melakukan pengawasan ketat termasuk memastikan tidak ada yang menjual titik dapur