Video yang diunggah ke akun media sosial Truth Social miliknya itu kemudian dihapus, namun Trump membenarkan bahwa dirinya yang menginstruksikan pengunggahan tersebut.
Postingan di Truth Social itu, yang kemudian dihapus setelah dibela sebelumnya oleh Gedung Putih, disebut telah melampaui standar penghinaan sebelumnya yang kerap dilontarkan Trump.
Sebagai imbalannya, India diharapkan menurunkan hambatan dagangnya dan menghentikan pembelian minyak dari Rusia, beralih ke AS dan berpotensi Venezuela.
Gugatan diajukan ke pengadilan federal Miami dengan tuduhan bahwa kedua lembaga tersebut gagal mencegah mantan kontraktor IRS, Charles Littlejohn, membocorkan informasi pajak Trump dan keluarganya kepada media.
Bessent mengungkapkan bahwa Departemen Keuangan AS sedang mengkaji perubahan aturan yang memungkinkan repatriasi hasil penjualan minyak Venezuela yang saat ini banyak disimpan di kapal-kapal.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut Venezuela sepenuhnya dikepung oleh Armada terbesar yang pernah dikumpulkan dalam Sejarah Amerika Selatan dan mengklaim bahwa negara itu menggunakan minyak untuk mendanai perdagangan narkoba serta kejahatan lainnya.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi itu pada Rabu (11/12), menyebut kapal yang disita sebagai "tanker sangat besar, yang terbesar yang pernah disita.
Keputusan ini menandai perubahan sikap dramatis Trump, yang sebelumnya selama berbulan-bulan menolak membuka akses ke dokumen-dokumen sensitif tersebut, meski memiliki kewenangan penuh sebagai presiden.
Di tengah situasi ini, politisi Inggris seperti Ed Davey dari Partai Liberal Demokrat mendesak Perdana Menteri Keir Starmer untuk menekan Trump mencabut gugatannya. Davey menuding Trump berambisi "menghancurkan BBC", sementara Nigel Farage dari Reform UK disebut mendorong konflik ini.