Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (30/1) menyatakan bahwa dua kasus infeksi virus Nipah (NiV) yang dikonfirmasi laboratorium telah dilaporkan di India.
Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang, Agus Syah, menyatakan bahwa penyakit akibat virus Nipah patut diwaspadai mengingat tingkat penularan dan kematiannya yang tinggi pada manusia.
Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, Prof. Tjandra menjelaskan bahwa Malaysia, Thailand, dan Singapura telah menjalankan berbagai tindakan antisipasi.
Sementara itu, otoritas kesehatan Taiwan mengusulkan agar virus Nipah dimasukkan ke dalam daftar "Penyakit Kategori 5", yang mengharuskan pelaporan segera dan tindakan pengendalian khusus.
Virus Nipah, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dimasukkan sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia, hingga saat ini belum memiliki obat atau vaksin.
Foto yang disediakan oleh Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation/CSIRO) pada 5 Oktober 2021 ini menunjukkan seekor nyamuk Aedes aegypti. (Xinhua/CSIRO)
Tim peneliti Israel menemukan bahwa sebuah protein dari virus SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, dapat menyebabkan sistem imun tubuh secara keliru menyerang sel-sel sehat, demikian diungkapkan Hebrew University of Jerusalem dalam sebuah pernyataan pada Selasa (10/6).
Para ahli kesehatan mengimbau wisatawan yang ingin menuju destinasi tertentu di Amerika Selatan berhati-hati terhadap adanya risiko tertular virus Oropouche atau virus berbahaya yang ditularkan melalui nyamuk yang belum memiliki vaksin pencegahan atau pengobatan.
Virus Basketball Club Bekasi kembali berhasil menorehkan pretasi dengan meraih medali emas KU 17 putra pada laga final ajang Patriot Cup 2025 Kota Bekasi, 14 s.d. 23 Februari 2025.