Studi baru yang dipimpin oleh tim ilmuwan di Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa dua bentuk terapi hormon yang umum dapat memengaruhi risiko kanker payudara pada wanita di bawah usia 55 tahun.
Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik FKUI dr. Ralph Girson Gunarsa, Sp.PD-KHOM mengatakan bahwa terapi pengobatan penyakit kanker kini minimal invasif dan bersifat personal.
PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) mengenalkan dua produk terbaru hasil kolaborasi dengan mitra global BeiGene, yakni Etapidi (tislelizumab) dan Brukinsa (zanubrutinib).
Ketua Prodi Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis Universitas Sumatra Utara dr Rini Savitri Daulay mengatakan bahwa investigasi kontak dan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) penting guna mengurangi risiko TB yang laten menjadi aktif.
Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika Prof. Dr. dr. Lili Legiawati, Sp.D.V.E., Subsp.D.K.E menyampaikan bahwa terapi sekretom bisa membantu mengatasi kebotakan.