Rupiah melemah akan berdampak negatif terhadap perekonomian nasional, sebab struktur industri nasional masih sangat bergantung pada impor bahan baku, khususnya sektor manufaktur.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang menemui jalan buntu.
Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi melemah 108 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.289 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.181 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.905 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.892 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menganggap pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah didorong kekhawatiran investor terkait siklus pemotongan suku bunga yang tertunda oleh Federal Reserve (The Fed).