Sebuah konvoi militer Israel bermanuver di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari Israel utara pada 26 April 2026. (Carapandang/Xinhua/Gil Cohen Magen)
Hizbullah mengatakan pada Senin bahwa mereka telah melancarkan 24 serangan yang menargetkan posisi, pasukan, dan kendaraan militer tentara Israel di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir.
Sebuah konvoi militer Israel bermanuver di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari Israel utara pada 26 April 2026. (Carapandang/Xinhua/Gil Cohen Magen)
Gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, pada Rabu (22/4) melancarkan empat operasi militer terhadap tentara Israel (IDF) sebagai balasan atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, menurut empat laporan yang diterbitkan oleh gerakan tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada Rabu (22/4) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menewaskan dua militan Hizbullah di Lebanon selatan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata yang dimediasi AS antara Lebanon dan Israel, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric pada Kamis.
Hasil investigasi menyebutkan bahwa dua insiden terpisah pada 29 dan 30 Maret 2026 disebabkan oleh tembakan tank Israel dan perangkat peledak rakitan (IED) yang dipasang oleh Hizbullah.
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan (DK) PBB, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menyampaikan klaim bahwa insiden yang menewaskan dua prajurit TNI pada Senin (30/3) disebabkan oleh alat peledak milik Hizbullah.
Iran ingin Amerika Serikat (AS) menekan Israel untuk menghentikan operasi militer terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon sebagai bagian dari kemungkinan kesepakatan damai, lapor kantor berita Reuters mengutip sejumlah sumber.
Angka tersebut muncul dari pembekuan aktivitas ekonomi nasional menyusul instruksi ketat Komando Front Dalam Negeri Israel (IDF) yang memberlakukan status "merah" melarang aktivitas perkantoran, menutup lembaga pendidikan, dan membatasi mobilitas warga hanya untuk layanan esensial.
Orang-orang menghadiri pemakaman korban tewas dalam serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 24 November 2025. (Xinhua/Bilal Jawich)
Foto yang diabadikan pada 20 September 2025 ini menunjukkan sebuah mobil yang hancur akibat serangan udara Israel di jalan Khardali-Marjayoun di sektor timur area perbatasan selatan Lebanon. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Jumat (18/7) mengatakan bahwa kelompok tersebut sepenuhnya siap untuk menghadapi Israel secara militer jika diperlukan, seraya memperingatkan bahwa Lebanon menghadapi "ancaman eksistensial" akibat "agresi Israel"
Foto berikut ini menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di dalam benteng kuno Baalbek di Lebanon pada 7 November 2024. (Xinhua/Maher Kamar)