2. Tikus rumah mampu menyebarkan seoul virus
Laman resmi Kemenkes BKPK menjelaskan bahwa tikus rumah (Rattus rattus) sama dengan tikus got, yaitu bisa menyebarkan seoul virus. Risiko penyebarannya juga sangat tinggi karena tikus rumah hidup di satu area yang sama dengan manusia, yaitu pemukiman. Tak hanya di pedesaan atau daerah terpencil, bahkan tikus rumah juga kerap ditemukan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung.
Tikus rumah sebenarnya berasal dari wilayah Asia, khususnya Asia Tenggara. Namun, sekarang penyebarannya sudah menyebar hingga ke Afrika, Eropa, dan Amerika. Hewan dengan bobot maksimal 340 gram ini juga memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik dan reproduksinya cepat. Karena itu, ia sulit dibasmi, ditangkap, dan populasinya tak terkendali.
3. Tikus padi kecil ekor panjang berasal dari Argentina
Hewan dengan nama ilmiah Oligoryzomys longicaudatus ini merupakan spesies asli Amerika Selatan, tepatnya dari Argentina dan Chile. Ia merupakan spesies berukuran kecil dengan panjang maksimal 22 centimeter dan bobot 24 gram. Badannya membulat, bulunya cokelat, dan tikus ini ahli melompat. Di alam liar, tikus padi kecil ekor panjang kerap memakan nektar, pollen, hingga serangga.