Lebih lanjut, perseroan melakukan efisiensi dari sisi beban umum dan administrasi sebesar 39 persen, dari sebelumnya tercatat sebesar Rp546 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, dengan adanya restrukturisasi, menurut Asep, perseroan telah menentukan cash waterfall, supaya kas operasional dalam kondisi yang lebih baik ke depan dalam rangka melancarkan kinerja operasional. “Tahun 2023 adalah periode krusial bagi WSBP untuk kembali meningkatkan kinerja keuangan perusahaan pasca restrukturisasi.
Kami juga berkomitmen untuk meraih kontrak proyek yang memiliki fundamental keuangan yang sehat,” ujar Asep. Asep menjelaskan, optimisme perseroan terlihat dari capaian kontrak baru yang sebesar Rp975 miliar atau naik 46 persen (yoy) pada semester I-2023, dibandingkan sebelumnya pada periode yang sama tahun 2022.
Dalam jangka pendek, menurutnya lagi, perseroan memiliki potensi pasar untuk menyuplai produk precast dan readymix ke proyek-proyek pemerintah dan ekspansi ke proyek Non Waskita Grup. “Sementara untuk 3 sampai 5 tahun ke depan ada potensi pasar dari pembangunan ibu kota negara (IKN) dan juga proyek- proyek yang berasal dari non Waskita group,” ujar Asep.
