Wamensos Agus Jabo juga mengemukakan Presiden Prabowo ingin siswa Sekolah Rakyat menjadi pribadi yang terampil. Untuk itu Kemensos terus mendukung siswa yang telah lulus dari jenjang SMA untuk meningkatkan nilai diri baik melalui jalur akademis maupun non-akademis.
Ia menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi jembatan untuk memutus transmisi kemiskinan, tetapi juga bisa menjadi rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dimana mereka bisa mendapatkan pendidikan, kehangatan keluarga dan teman, serta hidup yang lebih baik.
Abi Alfian (16), salah satu siswa Sekolah Rakyat mengaku merasa bahagia dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Semarang. Ayahnya adalah seorang buruh di pabrik kopi dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Ia bersyukur dapat menikmati pendidikan tanpa memberatkan kedua orang tuanya.
"Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini," ucapnya.
MPLS Sekolah Rakyat Kota Semarang sudah dimulai sejak 13 Juli 2026. Sebanyak 262 siswa mengikuti MPLS. Dari jumlah tersebut, 87 siswa akan menempuh pendidikan di jenjang SD, 88 siswa mengikuti SMP, dan 87 siswa mengikuti jenjang SMA.