Selain itu, aspek kedua yang tak kalah penting adalah substansi adat yang berkaitan dengan nilai-nilai dan norma adat kehidupan masyarakat. Ia menilai, bagian ini jauh lebih kompleks dan membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh elemen, terutama para tokoh adat, (tauwa) atau pemimpin, serta masyarakat.
“Penguatan nilai dan norma ini sangat penting. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang solid dari semua pihak. Alhamdulillah, bapak bupati sangat antusias dan menyambut baik upaya ini,”tambahnya.
Sementara itu, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak dirinya menjabat sebagai bupati. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diinisiasi Dewan Adat Gorontalo.
Menurut Bupati Saipul, langkah konkret yang dilakukan, terutama dalam mendata kembali praktik-praktik yang keluar dari konteks adat istiadat, sangat penting untuk menjaga jati diri daerah.
Ia juga menyoroti sejumlah fenomena sosial yang menjadi perhatian bersama, seperti meningkatnya berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, peran adat sangat strategis dalam memperkuat nilai-nilai moral dan sosial.
“Kita tidak ingin ini hanya bersifat seremonial. Harus ada perhatian serius dan langkah konkret yang dilakukan bersama,”tegasnya.