Samir Awadallah, seorang guru bahasa Arab yang tinggal di Gaza, menuturkan inisiatif al-Arabid telah memberikan energi positif kepada warga setempat "yang berjuang melawan kematian di Gaza".
Dia menuturkan bahwa inisiatif al-Arabid mendorongnya untuk mengajar para murid di kamp pengungsi yang terletak di sebelah barat Kota Rafah.
"Kami adalah orang-orang yang mencintai kehidupan dan berupaya hidup damai jauh dari perang," ungkapnya, seraya menambahkan "kehidupan akan terus berlanjut, dan perang akan berakhir suatu hari nanti."