CARAPANDANG - Harga kontrak berjangka minyak mentah anjlok lebih dari 10 persen pada Jumat (17/4) pagi setelah Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz bagi semua kapal komersial selama masa gencatan senjata di Lebanon.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei sempat turun hingga 83 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.142) per barel, dari harga penutupan 94,69 dolar AS per barel pada Kamis (16/4).
Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni sempat menyentuh level terendah 87,71 dolar AS per barel pada sesi pagi, dibandingkan harga penutupan 99,39 dolar AS per barel.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat (17/4) mengatakan melalui unggahan di platform media sosial X bahwa jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata di Lebanon.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan terima kasih kepada Iran atas pengumuman pembukaan penuh Selat Hormuz pada Jumat (17/4).
Dalam unggahan lanjutan, dia mengatakan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan tetap diberlakukan sepenuhnya hingga transaksi Washington dengan Teheran "100 persen selesai".
Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada tengah malam antara Kamis (16/4) dan Jumat (17/4) waktu setempat (Jumat 04.00 WIB).