CARAPANDANG – Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan mulai dirasakan.
Dia mengatakan dampak yang dirasakan saat ini adalah sejumlah penerbangan dibatalkan dan mengalami keterlambatan. Hal ini akibat dari penurunan jarak pandang akibat asap.
Pihaknya mencatat sejumlah bandara mengalami dampak tersebut, termasuk Bandara Singkawang (SKJ), Kalimantan Barat, dan Bandara Iskandar, Pangkalan Bun (PKN), Kalimantan Tengah.
"Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Lukman dalam keterangannya, Sabtu 22 Agustus 2026.
Dia menjelaskan bahwa di Bandara Singkawang, asap karhutla menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan pada 16, 18, dan 19 Agustus 2026.
Pada 16 Agustus 2026, saat jarak pandang sekitar 3.000 meter, penerbangan yang terdampak antara lain: