Bagian dalam menara memiliki desain yang sangat terstruktur. Atap datar menara dibagi menjadi tiga lingkaran konsentris atau cincin yang masing-masing memiliki fungsi berbeda:
· Lingkar terluar diperuntukkan bagi jenazah laki-laki
· Lingkar tengah untuk jenazah perempuan
· Lingkar paling dalam untuk jenazah anak-anak
Di bagian pusat menara terdapat sebuah sumur dalam (bhandar) yang berfungsi sebagai osuarium atau tempat pengumpulan tulang. Sekitar sumur pusat ini terdapat saluran-saluran yang terhubung dengan empat sumur di luar menara.
Sumur-sumur luar ini dilapisi pasir dan arang tebal berfungsi sebagai sistem filtrasi alami untuk menyerap materi pembusukan yang hanyut terbawa air hujan, sehingga hanya air bersih yang dapat meresap ke tanah.
Ritual pemakaman Zoroastrian dimulai sebelum jenazah dibawa ke menara. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa tubuh jenazah dibersihkan terlebih dahulu dengan air seni banteng (nirang), cairan yang dianggap memiliki kekuatan pemurnian dalam tradisi Zoroastrian. Setelah itu, pakaian jenazah dilepas dan dihancurkan.
Dalam beberapa tradisi, seekor anjing khusus bernama sagdid dihadirkan untuk melihat jenazah. Anjing ini diyakini mampu mengusir roh jahat yang mungkin masih menempel pada tubuh.