Beranda Internasional Rusia Luncurkan 400 Drone dan 29 Rudal ke Ukraina Beberapa Jam Sebelum Perundingan Damai

Rusia Luncurkan 400 Drone dan 29 Rudal ke Ukraina Beberapa Jam Sebelum Perundingan Damai

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa serangan semalam itu merupakan serangan gabungan yang dirancang untuk menyebabkan kerusakan maksimal pada sektor energi Ukraina.

0
Imbas serangan Rusia ke Ukraina (The Guardians)

Kedua belah pihak tampaknya belum siap untuk mengubah posisi mereka terkait isu-isu teritorial, meskipun Amerika Serikat telah menetapkan tenggat waktu pada Juni untuk mencapai kesepakatan.

Menjelang perundingan, Presiden Trump dalam pernyataannya kepada wartawan Senin (16/2/2026) malam menegaskan, Ukraina sebaiknya segera datang ke meja perundingan. Ia menyebut pertemuan di Jenewa sebagai pembicaraan besar.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa perundingan akan membahas berbagai isu yang lebih luas terkait wilayah dan isu-isu lain yang berhubungan dengan tuntutan yang Rusia miliki, tanpa merinci lebih lanjut.

Zelenskyy menyerukan kepada mitra internasional untuk "merespons semua serangan terhadap kehidupan ini" dan mendesak agar Rusia dimintai pertanggungjawaban atas agresinya.

Ia menegaskan bahwa diplomasi Ukraina akan lebih efektif jika ada keadilan dan kekuatan, termasuk tekanan sanksi serta dukungan cepat untuk tentara Ukraina dan pertahanan udaranya.

"Semakin banyak kejahatan yang datang dari Rusia, akan semakin sulit bagi semua orang untuk mencapai kesepakatan dengan mereka. Mitra harus memahami hal ini. Yang terpenting, ini menyangkut Amerika Serikat," kata Zelenskyy di media sosial.

Delegasi AS di Jenewa juga dijadwalkan mengadakan pembicaraan terpisah dengan Iran mengenai program nuklirnya di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here