Bahlil mengatakan dirinya yang mewakili Pemerintah Indonesia, juga membuka komunikasi mengenai kerja sama impor LPG dari Rusia. Walaupun demikian, Bahlil menyebut pembicaraan mengenai kerja sama terkait LPG masih membutuhkan 2–3 kali pertemuan.
“Insya Allah kita juga akan mendapat support (dukungan, red.), tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua-tiga tahap, tetapi kalau crude-nya saya pikir sudah, sudah hampir final,” ujar Bahlil Lahadalia.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menjelaskan kerja sama bidang energi yang saat ini dirundingkan dengan Rusia sifatnya jangka panjang.
“Kita tahu, konsumsi daripada BBM kita satu hari itu 1,6 juta barel per day, dan lifting kita hanya kurang lebih sekitar 600.000 sampai 610.000 barel per day. Kita masih impor kurang lebih sekitar satu juta barel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tetapi di hampir semua negara,” kata Bahlil.