Sejumlah menteri yang mendampingi Presiden Prabowo dalam upacara penyambutan adalah
Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden Prabowo kemudian mengajak PM Albanese memasuki Ruang Kredensial untuk melakukan sesi foto bersama serta menandatangani buku tamu kenegaraan sebagai simbol persahabatan kedua negara. Selanjutnya, keduanya melangsungkan pertemuan tête-à-tête atau pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden Prabowo.
Usai tête-à-tête, Presiden Prabowo dan PM Albanese dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral yang dihadiri oleh delegasi dari kedua negara.
Kedua pemimpin juga akan menyampaikan keterangan pers bersama terkait dengan sejumlah poin pembahasan yang telah dibicarakan pada saat pertemuan.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan resmi, Presiden Prabowo akan menjamu PM Albanese dan delegasi dalam santap siang resmi.
Adapun PM Albanese melakukan kunjungan resminya selama 3 hari di Indonesia pada tanggal 14 - 16 Mei 2025 usai memenangi pemilu dan terpilih kembali sebagai perdana menteri.