Namun, sang presiden menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah jika diserang kembali, seraya mengatakan, "Kita tidak akan tunduk pada tindakan intimidasi dalam keadaan apa pun, dan tidak ada keraguan mengenai hal itu."
"Kita akan melawan mereka hingga napas terakhir dan akan memberikan respons yang menghancurkan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa para komandan militer dan angkatan bersenjata Iran "dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih" telah siap sepenuhnya untuk membela negara.
Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani MoU tentang penghentian perang mereka di semua front di Timur Tengah. Berdasarkan MoU tersebut, kedua negara dijadwalkan mengadakan perundingan dalam jangka waktu 60 hari, yang berakhir pada Senin (17/8), untuk mencapai kesepakatan final. Namun, nasib perundingan tersebut masih belum jelas menyusul meningkatnya ketegangan antara kedua negara bulan lalu.
sumber: Xinhua News