Ia menjelaskan, 10 lokasi lainnya saat ini tengah dipersiapkan untuk menjadi model NCH baru pada tahun 2026 ini antara lain. Nagari Panti Selatan di Kabupaten Pasaman, Nagari Sinuruik di Kabupaten Pasaman Barat, Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang di Kabupaten Limapuluh Kota, Desa Cubadak Mentawai di Kota Pariaman, serta Nagari Koto Baru di Kabupaten Solok.
Selanjutnya Nagari Tanjuang Bonai Aur di Kabupaten Sijunjung, Nagari Sungai Duo di Kabupaten Dharmasraya, Nagari Lubuak Gadang Utara di Kabupaten Solok Selatan, Nagari Talaok di Kabupaten Pesisir Selatan, serta Nagari Koto Tangah di Kabupaten Agam.
Yozawardi mengatakan, seluruh lokasi tersebut direncanakan akan diluncurkan sekitar bulan Oktober atau November 2026 mendatang. Untuk kegiatan launching, Nagari Pangian, Kabupaten Tanah Datar, direncanakan menjadi lokasi pusat pelaksanaan.
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumbar, Medi Iswandi mengatakan perluasan NCH harus diiringi dengan penguatan dukungan lintas perangkat daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur saja belum cukup untuk memastikan NCH berkembang dan memberikan dampak terhadap masyarakat.
“Infrastrukturnya sudah tersedia, hanya saja dari aspek digital marketing, standarisasi produk, strategi pemasaran, masa layak konsumsi produk, dan branding itu masih perlu penguatan,” ujarnya.