Beranda Internasional Kuba Bantah Ancam AS Dengan Drone Militer, Sebut Hak Bela Diri

Kuba Bantah Ancam AS Dengan Drone Militer, Sebut Hak Bela Diri

Kedutaan Besar Kuba di Amerika Serikat buka suara setelah muncul laporan intelijen AS yang menuding Havana memiliki ratusan drone militer dan diduga membahas rencana serangan terhadap target Amerika.

0
istimewa

Laporan itu juga menyebut para pejabat intelijen AS menduga target potensial yang sempat dibahas meliputi pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo, kapal perang AS, hingga kemungkinan wilayah Key West, Florida.

Meski begitu, pejabat AS disebut tidak percaya Kuba sedang menyiapkan serangan dalam waktu dekat. Namun, isu tersebut diklaim memicu kekhawatiran di pemerintahan Donald Trump terkait hubungan militer Kuba dengan Rusia dan Iran, ditambah meningkatnya penggunaan drone dalam konflik modern.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez juga ikut menanggapi tuduhan tersebut lewat unggahan terpisah di X.

Menurut Rodriguez, pemerintah AS sedang membangun “kasus palsu” untuk membenarkan tekanan ekonomi hingga kemungkinan agresi terhadap Kuba.

"Tanpa alasan yang sah, pemerintah AS, hari demi hari, membangun kasus palsu untuk membenarkan perang ekonomi yang kejam terhadap rakyat Kuba dan agresi militer yang akan terjadi," tulis Rodriguez.

Dia juga menuding sejumlah media ikut memperkuat narasi yang dianggap sebagai fitnah terhadap Kuba.

"Kuba tidak mengancam atau menginginkan perang. Kuba membela perdamaian dan mempersiapkan diri untuk menghadapi agresi eksternal dengan menjalankan hak yang sah untuk membela diri yang diakui oleh Piagam PBB," tambahnya.

Sumber: ANAD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here