Memeluk Islam di Usia Muda
Cahaya hidayah datang kepada Utsman r.a. melalui ajakan sahabat dekat Rasulullah, Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. Tanpa ragu, beliau menerima Islam dan termasuk golongan As-Sabiqun al-Awwalun—yakni orang-orang pertama yang masuk Islam. Rasulullah SAW sendiri pernah menyebutnya sebagai salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Namun, keislaman itu tidak membuat jalan hidupnya mudah. Seperti sahabat lain, Utsman menghadapi tekanan dari kaum Quraisy. Bersama istrinya, beliau ikut berhijrah ke Habasyah (Ethiopia) untuk menghindari penyiksaan kaum musyrik. Setelah kembali ke Makkah, beliau pun kemudian ikut hijrah ke Madinah bersama Rasulullah SAW.
Pernikahan dengan Putri Rasulullah SAW
Utsman r.a. menikah dengan Ruqayyah binti Muhammad, putri Rasulullah SAW dari Khadijah r.a. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putra bernama Abdullah. Sayangnya, anak itu wafat saat masih kecil, disusul kemudian wafatnya Ruqayyah pada tahun 624 M, bertepatan dengan Perang Badar.
Tak lama, Rasulullah menikahkan Utsman dengan putri beliau yang lain, Ummu Kulthum. Dari sinilah lahir julukan Dzunnurain. Ummu Kulthum pun wafat pada tahun 630 M, saat Perang Hunain berlangsung. Meski kedua pernikahan ini tidak meninggalkan keturunan yang panjang, hubungan Utsman dengan Rasulullah SAW begitu dekat, penuh cinta dan penghormatan.