Sesampainya di tempat munajat, Allah Berkhitob kepadanya,"Wahai Musa, apakah kau telah membawa apa yang telah Kami Perintahkan kepadamu sebelumnya?"Ia menjawab, "Tuhanku, aku tak menemukan sesuatu yang Engkau Minta dariku itu" Kemudian Allah Berfirman,"Demi Kemuliaan dan Kebesaran-Ku, andai engkau membawa sesuatu (yang kau anggap lebih hina darimu) maka kan Kuhapus namamu dari nama-nama para Nabi."
Sungguh besar rasa tawadhu dari Nabi Musa as. Dengan semua kemuliaan yang ia peroleh, Nabi Musa tidak berani menganggap dirinya lebih mulia, walau dari seekor anjing. Lalu siapakah kita jika merasa lebih mulia dari orang lain? Siapa kita yang menganggap diri ini lebih benar dari orang lain? Sungguh kesombongan telah merasuki jiwa kita tanpa terasa.
Akankah kita menganggap diri kita lebih mulia dari Nabi Musa as?