Beranda Berita Istana Izinkan Sekolah di Wilayah Terdampak Karhutla Diliburkan Secara Situasional

Istana Izinkan Sekolah di Wilayah Terdampak Karhutla Diliburkan Secara Situasional

Kebijakan ini muncul di tengah eskalasi karhutla yang signifikan pada 2026.

0
Mensesneg Prasetyo Hadi

"Dukungan yang kami berikan mulai dari administratif sampai logistik, kami sudah koordinasi ke semua pihak, apa pun yang diperlukan tidak boleh lagi ada kendala," katanya.

Kebijakan ini muncul di tengah eskalasi karhutla yang signifikan pada 2026. Data Kementerian Kehutanan melalui SiPongi menunjukkan luas karhutla periode Januari-Juni 2026 mencapai 107.465,47 hektare, meningkat sekitar 366 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peningkatan eskalasi luas lahan terbakar.

Sebagai perbandingan, tahun 2025 wilayah terbakar sebesar 26.703 hektare, namun hingga Juni 2026 luas karhutla telah mencapai 28.680 hektare.

Kondisi ini diperparah oleh fenomena El Nino yang diperkirakan BMKG menyerupai kondisi tahun 2015, ketika Indonesia mengalami karhutla skala besar.

Hingga 7 Agustus 2026, BMKG mendeteksi 593 titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah.

Kalimantan Barat mencatat 3.242 titik panas pada 8 Agustus 2026.

Beberapa daerah telah mengambil langkah meliburkan sekolah. Di Kota Pontianak, 598 siswa SMPN 8 mengikuti pembelajaran daring (Zoom Meeting) karena kabut asap karhutla.

Sementara itu, Kabupaten Sintang yang kualitas udaranya sempat masuk kategori berbahaya (PM2.5 pada 6 Agustus 2026) belum meliburkan sekolah karena belum ada penetapan status tanggap darurat bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here