CARAPANDANG - Militer Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Minggu (23/8/2026), menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina, termasuk seorang anak berusia empat tahun, di tengah gencatan senjata yang masih berlaku sejak Oktober 2025.
Serangan pertama menghantam sebuah bangunan di kota Al-Zawayda, Gaza tengah, setelah militer Israel memperingatkan pemilik properti untuk meninggalkan area tersebut.
Petugas medis menyatakan enam orang terluka akibat puing-puing dan pecahan logam yang berhamburan, termasuk bocah bernama Muhammad Abdel Salam Taha yang kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit.
Serangan kedua terjadi di kamp pengungsi Nuseirat, menewaskan satu orang lainnya.
Seorang warga Palestina pengungsi yang berlindung di dekat lokasi, Abu Ahmed, menyatakan keputusasaannya.
"Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa. Kami menginginkan solusi, kami ingin hidup damai," ujarnya.
Sebelumnya pada Sabtu (22/8), Israel mengklaim telah menewaskan seorang milisi senior Hamas bernama Sharif Al-Hasnat di Deir Al-Balah, yang disebut memimpin upaya pemulihan infrastruktur bawah tanah Hamas.
Serangan ini terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump secara terbuka meminta Israel menghentikan serangan militernya di Gaza.
Hamas menuduh Israel melanggar gencatan senjata dan merusak upaya perdamaian yang diusulkan Trump, yang mencakup penarikan Israel dan pelucutan senjata Hamas.