Analis menyebut tekanan geopolitik pasca peringatan Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk bertindak cepat menjadi pemicu utama risk-off di pasar global.
Harga minyak mentah dunia ikut melonjak lebih dari 1 persen, dengan Brent berada di atas USD110 per barel dan WTI di level USD107 per barel, memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan gangguan rantai pasok energi.
Hingga jeda perdagangan sesi pertama, sebanyak 715 saham tercatat melemah, 90 saham menguat, dan 154 saham stagnan dengan nilai transaksi mencapai Rp11,94 triliun.