Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada, khususnya terhadap bangunan yang sudah retak atau rusak akibat gempa utama.
Bangunan tersebut berisiko ambruk sewaktu-waktu jika kembali diguncang gempa susulan yang cukup kuat.
Selain itu, masyarakat yang berada di pesisir pantai juga diminta untuk menjauhi area bibir pantai jika terjadi guncangan gempa yang berpotensi memicu gelombang, mengingat kondisi geologi pesisir yang labil pasca-gempa besar.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga saat ini bencana gempa NTT telah menyebabkan 70 orang meninggal dunia dan 1.182 orang luka-luka.
Lebih dari 40 ribu warga masih mengungsi di sejumlah titik pengungsian, dengan kerusakan tercatat mencapai 11.925 unit rumah serta berbagai fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit.
Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan BNPB terus mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan menuju sejumlah kecamatan terisolir.
Bantuan logistik dan layanan kesehatan darurat juga terus didistribusikan melalui jalur darat, laut, dan udara.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi isu hoaks, serta hanya memantau informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah setempat.