CARAPANDANG - Harga emas ambruk dan terlempar dari level $5.000 di tengah lonjakan dolar Amerika Serikat (AS) serta dinamika di India.
Merujuk Refinitiv, pada perdagangan Senin (16/2/2026), harga emas ditutup di posisi US$4992,09 per troy ons atau ambruk 1%. Pelemahan ini membuat emas terlempar dari level US$ 5.000.
Harga emas masih melemah pada hari ini, Selasa (17/2/2026) pukul 06.23 WIB ada di posisi US$ 4988,76 per troy ons atau melemah 0,06%.
Harga emas jatuh, salah satunya karena faktor menguatnya dolar AS. Indeks dolar ditutup di 97,08 yang merupakan posisi tertinggi sejak 6 Februari 2026 komentar pejabat The Federal Reserve yang konsisten hati-hati terhadap inflasi. Mereka menekankan perlunya bukti yang lebih konkret mengenai perlambatan tekanan harga sebelum mempertimbangkan pelonggaran kebijakan.
Sikap ini kontras dengan ekspektasi yang lebih dovish yang sempat tercermin di pasar pada awal bulan.
"Pasar sedang mengalami kalibrasi ulang," ujar Dr. Anya Sharma, Kepala Strategi Komoditas di Global Markets Insight, dikutio dari FX Street.com
Dia menambahkan narasi kebijakan The Fed kini bergeser dari kapan pemangkasan menjadi apakah akan terjadi pemangkasan.
Perubahan ini membuat dolar AS menguat. Pembelian emas dikonversi dalam dolar AS sehingga penguatan dolar membuat permintaan turun. dilansir cnbcindonesia.com