"Kelas BerNALAR mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi melalui pendekatan deep learning, pemanfaatan interactive flat panel, serta artificial intelligence sebagai media pembelajaran. Guru tidak lagi hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan," ujar Nalfira.
Ia menjelaskan, program tersebut telah diimplementasikan melalui pembentukan tim efektif, penyusunan modul pembelajaran, pelaksanaan pelatihan guru, hingga penerapan Kelas BerNALAR di seluruh sekolah dasar negeri di Kota Payakumbuh. Program ini juga diperkuat dengan gerakan 15 Menit BerNALAR sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Delni Putra mempresentasikan proyek perubahan bertajuk Payakumbuh Resik: Strategi Pengelolaan Persampahan Melalui Ekonomi Sirkular dan Kemandirian Lingkungan. Inovasi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah melalui pemilahan dari sumber, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta kolaborasi lintas sektor.
"Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sejak dari sumber," kata Delni.