"Hal itu perlu dilakukan demi mencegah perang yang berdampak lebih besar pada ekonomi global dan keamanan energi atau bahkan krisis kemanusiaan," tambah Guo Jiakun.
IMF menyebut gangguan pasokan diperkirakan akan menyebabkan penutupan kilang, serta krisis bahan bakar dan pangan.
“Sebagai peringatan, karena ini adalah guncangan negatif terhadap pasokan, maka penyesuaian permintaan tidak dapat dihindari,” tutur Georgieva.
Selain itu, menurut perhitungan IMF, kenaikan harga minyak sebesar 10 persen dalam jangka panjang dapat meningkatkan inflasi global sebesar 40 basis poin dan menurunkan output global sebesar 0,1 hingga 0,2 persen.
Terkait pasokan bahan bakar, Georgieva menilai April akan menjadi masa yang lebih sulit daripada bulan sebelumnya, dalam hal gangguan pasokan bahan bakar global.
"Kami sangat prihatin dengan dampak gangguan pasokan minyak dan gas; yang juga kami sadari adalah Maret merupakan bulan yang sulit, tetapi April mungkin akan lebih sulit lagi. Kenapa? Karena kapal tanker yang berangkat sebelum 28 Februari telah sampai di tujuan dan tidak ada pengiriman baru yang akan datang," ujar Georgieva.
Georgieva juga menyarankan agar negara-negara mengadopsi langkah-langkah penghematan energi, seperti membuat transportasi umum gratis atau mendorong kerja jarak jauh.