Beranda Ekonomi BI Nilai Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Cukup Kuat Topang Stabilitas Rupiah ke Depan

BI Nilai Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Cukup Kuat Topang Stabilitas Rupiah ke Depan

Ramdan mengatakan situasi seperti ini tidak hanya dialami oleh Indonesia. Menurutnya, mayoritas negara lain juga merasakan yang sama akibat penguatan Dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.

0
ilustrasi/istimewa

Salah satu faktor yang disorot adalah memanasnya situasi di Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. BI mencatat harga minyak kini berada di kisaran 107 Dolar AS per barel.

Selain itu, persepsi inflasi global yang meningkat turut mendorong kenaikan yield US Treasury ke level 4,6 hingga 4,7 persen. Kondisi tersebut dinilai memperbesar tekanan terhadap mata uang berbagai negara, termasuk rupiah.

“Kalau kita melihat per Mei ini banyak sekali negara yang melemah terhadap US Dollar,” tegasnya.

Meski demikian, BI menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang stabilitas rupiah ke depan. Faktor seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi yang terkendali, pengelolaan utang luar negeri yang prudent, hingga cadangan devisa yang memadai menjadi dasar optimisme tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here