"Amerika Serikat yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah menonaktifkan sistem navigasinya," kata Zolfaghari.
"Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini," tegasnya.
Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa serangan drone telah diluncurkan terhadap beberapa kapal Amerika tak lama setelah penyitaan Touska.
Namun, laporan tersebut tidak merinci apakah targetnya merupakan kapal militer atau komersial, maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Data pelacakan kapal menunjukkan Touska berlayar dari Pelabuhan Klang, Malaysia, pada 12 April 2026, dan dalam perjalanan menuju pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Insiden ini terjadi di tengah penutupan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran tujuh pekan lalu.
Gencatan senjata yang saat ini berlaku akan berakhir pada Rabu (22/4/2026) mendatang, dan eskalasi terbaru ini dikhawatirkan dapat menggagalkan rencana perundingan baru antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad pekan ini.